Kamis, 26 Mei 2016

Padepokan Keris Brojobuwono

 Satu hal yang saya ingat dari kalimat Dr Bambang Gunawan,
pendiri padepokan ini mengapa keris mati dan tidak berkembang...
Salah satunya karena keris yang baru dibuat tidak mendapatkan tempat 
dan harga yang semestinya di masyarakat.
 Keris lama atau antik makin lama semakin mahal, Keris baru semakin murah dan tidak berharga.
Cara pandang ini yang harus mulai dirubah...
Keris lama dimuseumkan , tidak untuk diperjual belikan.

 Dan disinilah proses konservasi budaya dimulai
Pembuatan keris dibuat dengan cara yang sama yang dilakukan oleh empu2 dijamannya.
Pemakaian kain putih selama pembuatannya bukan hanya digunakan sebagai ajang pameran 
tetapi memiliki makna yang lebih dalam.

Anda siap bergabung untuk melestarikan budaya ?
Kunjungi kami di SINI

Padepokan Brojobuwono

"Keris bukanlah sebuah senjata, tapi lebih sebagai simbol identitas,"